Mutiara Nasehat

Halaman ini memuat beberapa untaian mutiara nasehat yang diambil dari Al-Qur’an, As-Sunnah (hadits) yang rajih, perkataan para ulama dan sumber-sumber lain yang -insya Alloh- terpercaya.

  • Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Alloh melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Alloh Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261)
  • Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Alloh, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Alloh), maka Alloh akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak… (QS. Al-Baqarah:245)
  • Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia… (QS. Al-Baqarah : 264)
  • Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Al-Baqarah : 274)
  • Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (QS. Al Hujuurat : 12)
  • Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr : 18)
  • Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sholatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Mu’minuun : 1 – 11)
  • Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Alloh. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Alloh tiadalah beruntung. (QS. An Nahl : 116)
  • Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (QS. Al Isra’ : 18)
  • Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. Al An’am : 44)
  • Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. (QS. At-Taubah : 76-77)
  • Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri… (QS. Ay Syuro : 30)
  • Seseorang akan terhalang untuk memperoleh rezeki karena dosa-dosa yang ditanggungnya. (Shahih Ibnu Majah, hasan, no. 3248)
  • Amalan yang paling disukai Alloh adalah amalan yang terus-menerus meskipun sedikit. (HR. Bukhari, Muslim)
  • Barangsiapa mampu menahan marah dan dia mampu untuk mengekang kemarahannya, maka Alloh akan memanggilnya terlebih dahulu dari makhluk lainnya, sehingga dia dapat memilih bidadari yang dia sukai, lalu Alloh menikahkannya. (Shahih Jami’us Shaghir, hasan, no. 6518)
  • Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Alloh yang bersaudara. (Shahih Muslim No.4646)
  • Janganlah kamu sekalian terlalu bersedih dan tetaplah berbuat kebaikan karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penghapusan dosa bahkan dalam bencana kecil yang menimpanya atau karena sebuah duri yang menusuknya. (Shahih Muslim No.4671)
  • Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, walaupun hanya dengan wajah berseri ketika berjumpa dengan saudaramu. (HR. Bukhari, Ahmad)
  • Barangsiapa bersuci dari rumahnya, lantas ia pergi ke salah satu rumah Alloh untuk melaksanakan satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban Alloh (sholat lima waktu), maka langkah-langkahnya, satu langkah menghapuskan dosa dan langkah lainnya mengangkat derajatnya. (HR. Muslim)
  • Sholat sunnahnya seseorang ketika tidak terlihat manusia sama dengan dua puluh lima kali sholatnya di hadapan manusia. (HR. Abu Ya’la, Shahihul Jami’ no.3821)
  • Keutamaan sholat seseorang di rumahnya dibandingkan sholatnya ketika terlihat manusia sama dengan keutamaan sholat fardhu terhadap sholat sunnah. (HR.Baihaqi, Shahih Targhib wa Tarhib no. 441)
  • Barangsiapa yang pergi ke masjid dan tidak bermaksud kecuali untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka bagi dia seperti pahala seorang haji yang sempurna hajinya. (HR. Thabrani, Shahih Targhib wa Tarhib no. 82)
  • Dua kenikmatan yang sering disia-siakan manusia adalah nikmat sehat dan waktu luang. (HR. Bukhari no. 6421)
  • Orang-orang yang dihalangi dari kelembutan, maka dihalangi dari kebaikan. (HR. Muslim no. 2542)
  • Malaikat tidak masuk rumah yang terdapat patung atau gambar bernyawa. (HR. Muslim no. 2112)
  • Sesungguhnya orang yang menggambar makhluk bernyawa tempatnya di nerakadan setiap gambar yang telah ia gambar akan diberi ruh, kemudian menyiksanya di jahannam. (HR. Bukhari 5963 dan Muslim 2110)
  • Akan ada pada umatku, golongan yang menghalalkan zina, sutera, khamr (arak) dan bermain (mendengar) musik. (HR. Bukhari no. 5590)
  • Tidak halal seorang muslim mengejutkan saudaranya. (HR. Abu Dawud no. 5004, Ahmad 4/221, shahih)
  • Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma. Bila tidak mampu, maka dengan tutur kata yang baik. (HR. Bukhari no. 1413)
  • Sesungguhnya Alloh dan malaikatNya bersholawat pada shaf terdepan, dan muadzin diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan akan membenarkan segala sesuatu yang mendengarnya dari yang basah ataupun yang kering, dan mendapatkan pahala orang-orang yang sholat bersamanya. (HR. Ahmad, Shahih Targhib wa Tarhib no. 230)
  • Cobaan itu senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminat, baik yang menyangkut dirinya, anaknya, maupun hartanya, sampai ia berjumpa dengan Alloh dalam kondisi bebas dari dosa. (HR. Tirmidzi, hasan)
  • Orang yang cita-citanya tertuju pada dunia saja, urusannya akan Alloh ceraiberaikan, kemiskinan senantiasa terbayang di pelupuk matanya, sementara dunia yang mendatanginya hanya sebatas yang telah Alloh tetapkan baginya saja. Dan siapa saja yang cita-citanya tertuju pada akhirat, pasti Alloh beri keteguhan pada kesatuan jiwanya, kekayaan selalu melekat dalam hatinya, sementara dunia justru mendatanginya secara pasrah. (HR. Ibnu Majah, shahih)
  • Barangsiapa yang meringankan kesulitan seorang mukmin dari kesulitan-kesulitan dunia, maka Alloh akan meringankan kesulitannya dari kesulitan-kesulitan di hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan orang yang tertimpa kesulitan, maka Alloh akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Alloh akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Alloh akan membantu seorang hamba selagi hamba tersebut membantu saudaranya. (HR. Muslim (III/2074) no. 2699)
  • Naungan seorang mukmin di hari kiamat adalah sedekahnya. (Shahih Ibnu Khuzaimah (IV/95))
  • Barangsiapa yang mencari harta haram, lalu bersedekah dengannya, maka ia tidak mendapatkan pahalanya, dan dosanya ditimpakan kepadanya. (Shahih Ibnu Hibban (VIII/153) no. 3367)
  • Sedekah yang diberikan kepada orang miskin (dihitung 1 pahala) sedekah, sedangkan bila diberikan kepada karib kerabat, maka mengandung 2 (pahala) ; (pahala) sedekah dan (pahala) menyambung tali silaturahim. (Shahih Ibnu Khuzaimah (IV/77) no. 2385)
  • Barangsiapa yang sholat ‘Isya berjamaah maka dia seperti sholat setengah malam. Dan barangsiapa yang sholat ‘Isya dan Shubuh berjama’ah maka dia seperti sholat semalaman. (HR. Abu Dawud, Shahihul Jami’ no. 6342)
  • Sekiranya orang-orang tahu keutamaan sholat Isya dan Shubuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun harus merangkak. (HR. Bukhari)
  • Dua rekaat subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya. (HR. Muslim)
  • Barangsiapa mengerjakan sholat Subuh, maka ia berada dalam perlindungan Alloh pada hari itu. (HR. Thabrani, hasan)
  • Sholat yang paling afdhal (utama) di sisi Alloh adalah sholat Subuh pada hari Jum’at bersama jama’ah. (Silsilah Hadits Shahih)
  • Barangsiapa berjalan dalam kegelapan ke masjid, niscaya akan bertemu Alloh ‘Azza wa Jalla dengan membawa cahaya pada hari Kiamat. (HR. Thabrani, shahih)
  • Barangsiapa yang memintakan ampun bagi kaum mukminin dan mukminat, maka Alloh akan menulis baginya untuk setiap mukmin dan mukminat satu kebaikan. (HR. Thabrani, Shahih Targhib wa Tarhib no.6026)
  • Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka, dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka dia akan mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka. (HR. Muslim)
  • Amalan yang paling dicintai oleh Alloh adalah engkau memberikan rasa gembira kepada orang mukmin, meringankan bebannya, membayar hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya. (Shahihul Jami’ (I/97) no. 176)
  • Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. (Shahihul Jami’ (I/623) no. 3289)
  • Janganlah seorang muslim menghina muslim yang lain. Sesunggunya suatu masalah yang dianggap kecil oleh kaum muslimin sebenarnya adalah masalah yang besar di sisi Alloh. (Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallaahu’anhu)
  • Hisablah dirimu sendiri sebelum engkau dihisab. Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang dan bersiap-siaplah untuk menghadapi pengadilan yang besar. Pada hari itu ditampakkan semuanya dari kalian sehingga tidak ada yang tersembunyi. (Umar bin Khaththab radhiyallaahu’anhu)
  • Akhirat merupakan perjalanan ke depan, sedangkan dunia merupakan perjalanan ke belakang, maka jadilah kamu orang yang mencari akhirat dan jangan menjadi orang yang mencari dunia. Karena hari ini adalah hari beramal, bukan hari perhitungan, dan esok adalah hari perhitungan, bukan hari untuk beramal. (Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu’anhu)
  • Tiga bagian kesabaran adalah jangan menceritakan kemaksiatan engkau, jangan menceritakan sakit hati yang engkau derita, dan jangan merasa engkau sebagai orang yang suci. (Sufyan Ats-Tsauri rakhimahullah)
  • Wajib bagimu untuk berpegang teguh pada jalan petunjuk, sekalipun sedikit yang melaluinya, dan jauhilah perkara-perkara yang hina, sekalipun banyak orang yang tertipu. (Fudhail bin ‘Iyadh rakhimahullah)
  • Seandainya seluruh amal anak Adam itu baik semuanya, niscaya dirinya akan binasa oleh ujub, tetapi Alloh mengujinya dengan berbagai kekurangan di dalamnya sebagai bentuk kasih sayang kepadanya. (Hasan Al Bashri rakhimahullah)
  • Gunakan waktu luangmu untuk memperbanyak ruku’ karena bisa jadi kematianmu datang tanpa disangka-sangka. Betapa banyak orang yang sehat tak berpenyakit, lalu matilah dia tanpa disangka-sangka. (Imam Syafi’i rakhimahullah)
  • Barangsiapa bersikap santun, ia akan tinggi martabatnya di hadapan kerabatnya. Dan barangsiapa membiarkan kemarahannya, ia akan tenggelam di lautan kehinaan. (Yahya bin Mu’adz rakhimahullah)
  • Sesungguhnya Alloh memberikan dunia kepada kalian sebagai barang pinjaman dan memintanya kepada kalian sebagai barang pinjaman. Bila kalian mengeluarkan sedekah dengan sukarela, maka kalian akan mendapatkan balasan kebaikan berlipatganda, dari mulai satu kebaikan, sepuluh kebaikan, tujuhratus kebaikan, hingga lebih dari itu. (Az-Zuhd, Ibnul Mubarok rakhimahullah hal. 226 no. 642)
  • Wahai penuntut ilmu! Luruskan niat dalam menuntut ilmu dan bersungguh-sungguhlah dalam mengamalkannya, karena ilmu syar’i ibarat pohon dan amal itu merupakan buahnya, dan seseorang tidak dianggap sebagai orang yang berilmu selama ia belum mengamalkan ilmunya. (Al Khatib Al Baghdadi rakhimahullah)
  • Barangsiapa yang sombong dengan ilmunya, maka Alloh akan merendahkan dia, dan barangsiapa yang rendah diri dengan ilmunya, maka Alloh akan mengangkat derajatnya. (Adabud Dunya wad Diin, Imam Al Mawardi rakhimahullah)
  • Orang yang ikhlas adalah orang yang dapat menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia dapat menyembunyikan kejahatan-kejahatannya. (Ibrahim At Taimi rakhimahullah)
  • Sabar adalah menjauhkan diri dari segala yang menyimpang. Tenang saat menyantap makanan yang susah ditelan. Mampu menjadi kaya hati, dan bila terpaksa, justru mampu menikmati kemiskinan dengan lapang dada.  (Dzun Nun Al Misri)
  • Ketahuilah wahai saudaraku… nasehatilah dirimu dahulu, baru kemudian kamu nasehati saudaramu dan janganlah kamu tersinggung dari orang yang menasehatimu.
  • Sesungguhnya rahmat Alloh tidak turun pada kaum yang ada padanya orang-orang yang memutuskan silaturahim dan bukan pula jarak sebagai salah satu alasan untuk memutuskan silaturahim.
  • Janganlah engkau biarkan hatimu mengeras, dimana… tidak ada lagi perasaaan menyesal ketika berbuat dosa dan maksiat, tidak bersemangat ketika berbuat kebaikan, hati tidak tersentuh dengan segala nasehat. Carilah hatimu di majelis-majelis ilmu… di tempat orang yang terkena musibah… ingatlah selalu akan kematian karena ia bisa menerkammu kapan saja, dimana saja… di waktu sehat/sakit, tua/muda, kaya/miskin.
  • Bertakwalah kepada Alloh dimana saja kamu berada… Sesungguhnya dosa yang dilakukan oleh orang yang berilmu lebih besar daripada dosa yang dilakukan oleh orang yang jahil.
  • Segala kenikmatan yang engkau peroleh tentunya akan dimintai pertanggungjawabannya, maka zuhudlah… Lihatlah orang yang mendapat nikmat di bawahmu, niscaya engkau akan mudah untuk mensyukuri nikmat-nikmat Alloh.
  • Semakin baik jalan yang engkau pilih, akan semakin banyak rintangan dan godaannya. Semakin tinggi bukit yang engkau daki, akan semakin hebat kepenatan yang engkau rasakan. Namun hanya orang yang berjiwa kerdil-lah yang memilih hidup tanpa pendakian.

  • Betapa banyak manusia yang memandang kekayaan dunia sebagai awal dari kebahagiaannya. Sedikit yang menyadari bahwa godaaan dunia dengan segala kegemerlapannya itu jauh lebih berat, bahkan dari siksaan kemiskinan yang paling mencekik leher sekalipun.
  • Keyakinan itu belum tentu benar, namun kebenaranlah yang wajib diyakini yakni yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah.
  • Wahai pemuda, sesungguhnya pemuda itu dikenal dengan ilmu dan ketakwaannya, maka belajar dan bertakwalah niscaya kita akan menjadi pemuda yang sesungguhnya.
  • Orang yang ikhlas adalah orang yang dapat menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia dapat menyembunyikan kejahatan-kejahatannya.
  • Janganlah kamu menduga bahwa kamu telah mendapatkan tempat yang utama di sisi Alloh dengan amalan-amalan dhahirmu, karena jika kamu menduga demikian, kelak di akhirat tanganmu hampa dari kebaikan. Sangat mungkin terjadi, di saat manusia menyanjung amal shalihmu, hal itu pada hakikatnya merupakan pahala yang dipercepat di dunia.
  • Orang yang bijak bukanlah orang yang bisa berkata-kata dengan indah, tapi orang bijak adalah orang yang perbuatannya selalu diisi dengan keikhlasan.
  • Yakinlah apa yang ada pada diri kita dan langkah yang kita jalani saat ini adalah jalan terbaik yang Alloh berikan, maka senantiasalah bersyukur kepada Alloh, sekecil apapun rizki dan nikmat yang kita peroleh.
  • Kemerdekaan hakiki adalah apabila kita tidak diperbudak oleh keinginan untuk dipuji, dihargai, dihormati, dibalas budi oleh orang lain. Kemerdekaan adalah milik orang ikhlas yang menghambakan diri hanya kepada Alloh.
  • Ramadhan telah meninggalkan kita dengan menyisakan duka yang mendalam serta menghadirkan kerinduan pada hamba-hamba yang senantiasa dekat denganNya. Semoga kita dapat bertemu kembali dengan Ramadhan yang akan datang dengan keimanan yang lebih baik dari sebelumnya.
  • Setiap cobaan yang kita terima, berusahalah menerimanya dengan berbaik sangka kepada Alloh, dengan begitu Insya Alloh kita akan mampu ikhlas untuk menerimanya.
  • Sesuatu yang indah itu belum tentu baik dan yang baik itu belum tentu benar. Hanya kebenaranlah yang baik dan indah yang hanya bisa didapat dengan mengikuti jalan Rasulullah dan shahabat.
  • Banyak orang yang menghidupi manusia dengan ilmunya, namun mereka membinasakan dirinya sendiri yaitu dengan ujub dan menonjolkan diri.
  • Barangsiapa menjaga urusan akhirat kita, maka Alloh akan mencukupkan urusan dunia kita.
  • Mata adalah cermin hati, ketika seseorang berusaha menahan pandangannya kepada lawan jenisnya, maka ia sedang berusaha menjaga dan mengontrol hati dari keinginan dan kemauannya yang buruk.
  • Ketahuilah, sesungguhnya bersabar terhadap apa yang tidak kamu sukai itu ada kebaikan yang banyak. Sesungguhnya pertolongan itu bersama kesabaran, kesenangan itu bersama kesusahan dan bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan.
  • Wahai yang enggan mengeluarkan hartanya di jalan Alloh… apakah engkau mengira bahwasanya hartamu akan kekal bersamamu? Apakah mayit akan membawa serta hartanya… ataukah engkau menyaksikan bahwa harta tersebut akan berpindah kepada yang lain?… maka, jadilah orang yang cerdik, wahai hamba Alloh, dan pilihlah akhiratmu, karena ia lebih agung daripada dunia. Sesungguhnya apa yang ada di sisi Alloh itu lebih baik dan lebih kekal.
  • Kegagalan bukanlah untuk ditangisi tetapi untuk diinsafi, manakala kejayaan/kekayaan bukan untuk dimegahi, tetapi untuk disyukuri.
  • Sejauh mana kecintaan seorang hamba terhadap dunia dan keridho’an terhadapnya, maka akan membuatnya berat melakukan ketaatan kepada Alloh dan tidak lagi mengharapkan akhirat.
  • Orang yang bahagia tidak dilihat dari kekayaan hartanya, tapi orang yang bahagia adalah orang yang kaya imannya kepada Alloh.
  • Terimalah kenyataan hidup ini sebagai takdir Illahi, agar Alloh senantiasa memberikan jalan hidup yang terbaik untuk kita.
  • Terimalah pilihan Alloh untukmu dengan gembira, sebab engkau tidak tahu kemaslahatan. Bisa jadi kesulitan itu lebih baik daripada kemudahan. Perbanyaklah istighfar, sebab dengan itu akan ada rezeki, jalan keluar, ilmu yang berguna, kemudahan dan penghapusan dosa. Ketahuilah bahwa engkau bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian. Tidak seorangpun yang lepas dari kesulitan. Seorang muslim tidak akan pernah bersedih, sebab ia percaya bahwa dunia ini pasti akan sirna.
  • Tiada yang membahagiakan manusia kecuali dengan Islam, tiada yang menenangkan hati kecuali dengan iman, tiada yang paling dicari dalam hidup kecuali hidayah dan tiada yang paling lezat di dunia kecuali ihsan dalam beribadah.
  • Alaskan kepalamu di bantal kejujuran, rebahkan dirimu di kasur keikhlasan, selimutkan dirimu dengan kain kesetiaan dan tidurlah dalam keimanan.
  • Hati kadang menjadi hitam atau putih. Ketika dosa menodainya, hati kan semakin hitam. Koreksi hatimu sebelum nasehat-nasehat tak lagi berpengaruh, ketika mata tak lagi menangis saat membaca Al-Qur’an, dan ketika sholat tak lagi terasa khusyuk’. Lihatlah hatimu, hitam ataukah putih ?
  • Saudaraku… sampaikan nasehat kepada saudaramu dengan cara yang hikmah, karena bisa jadi kebaikan yang ingin kamu berikan akan menjadi bahan permusuhan akibat ucapan kasar yang disertai dengan kesombongan hati.
  • Wahai saudaraku… marilah segera beramal shalih dengan menghidupkan dakwah di jalan Alloh karena ajal itu bisa datang kapan saja.
  • Bangkitlah wahai para da’i! Tegarlah di dalam mengarungi jeram dakwah Islam. Seberat apapun dakwah hari ini dan sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya, jangan pernah berhenti berharap. Cukuplah yakin pada janji Alloh akan keberhasilannya di suatu saat. Jika tidak di dunia, pasti di akhirat.
  • Ketika kita berjalan di atas jalan Alloh, pasti akan ada saja batu sandungan, tapi yakinlah, jika kita menolong agama Alloh, maka Alloh akan menolong kita.
  • Wahai saudaraku… tegarlah dalam mengarungi lautan dakwah dan bersabarlah dalam memperjuangkan Islam, karena terkadang memang dalam dakwah butuh pengorbanan, menimbulkan kekecewaan, bahkan meneteskan air mata, tapi yakinlah akan janji Alloh jika semua itu terbingkai dalam sebuah kata, keIKHLASan.
  • Jika tali telah menegang kencang itu pertanda akan putus, jika malam telah pekat, maka kegelapan itu akan segera pergi. Jika sebuah masalah sudah sangat menghimpit, pertanda akan segera ada jalan keluar dan sesungguhnya satu kesulitan tidak pernah mengalahkan dua kemudahan.
  • Penderitaan hanyalah cara Alloh agar kita semakin dekat kepadaNya, jadi jangan pernah mengeluh.
  • Janganlah sekali-kali merasa dirimu adalah orang yang paling berat ujiannya, karena yang demikian itu membuat derajatmu turun di mata Alloh. Lihatlah bagaimana generasi terdahulu menopang setiap ujian dengan kesabaran.
  • Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, didzalimi lalu memaafkan dan mendzalimi lalu istighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang yang memperoleh hidayah-Nya. Maka, bersabarlah karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan kebaikan yang banyak padanya.
  • Saudaraku… yakinlah dengan apa yang ada di sisiNya, janji dan ancamanNya pastilah ditunaikan, pertemuan di akhirat pastilah terjadi. Maka, jadikanlah setiap langkahmu hanya karena Alloh dan untuk Alloh karena tidak ada yang abadi selain segala hal yang ada di sisiNya.
  • Ketika kita diuji, ingatlah akan Pencipta kita. Ketika kita dipuji, ingatlah darimana asal-usul kita.
  • Cintailah orang-orang yang berada di bumi, niscaya yang di langit akan lebih mencintaimu.
  • Ilmu adalah ibadah hati, rahasia kekuatan dalam kehidupan dan tidak ada yang lebih mulia daripada seorang penuntut ilmu dan yang mendalami ilmu agama. Janganlah pernah berhenti menuntut ilmu dan istiqomahlah di jalan yang benar.
  • Sesungguhnya hidup ini adalah rangkaian ujian yang tiada henti, sedangkan seberat-berat ujian adalah kelapangan, kemudahan, pujian dan hal-hal yang lebih membuat kita lalai dan lupa kepada Alloh.
  • Jangan pernah merasa lebih mulia dari orang lain karena kemuliaan seseorang tidak ada yang tahu kecuali Alloh.
  • Bila engkau mendapatkan kesempatan berbuat baik, lakukanlah kebaikan itu meski sekali, niscaya engkau akan menjadi ahlinya.
  • Berbuatbaiklah pada orang lain, karena perlakuan orang lain tidak jauh dengan apa yang kita lakukan terhadap orang lain.
  • Saudaraku… sesungguhnya nafas kita terus berjalan, setia menuntun ke pintu kematian, hari demi hari digulung tanpa henti, padahal tahap yang kita miliki tidak ada yang lebih meyakinkan selain kematian.
  • Alloh lebih mengetahui tentang diri kita daripada kita sendiri, dan kita lebih mengetahui tentang diri kita daripada orang lain, maka koreksilah diri kita sendiri dulu sebelum kita mengoreksi orang lain.
  • Janganlah engkau kecewa hanya karena orang mengingkari kebaikanmu dan melupakan jasa yang telah kamu berikan kepadanya, bila benar bahwa yang kamu lakukan adalah ikhlas untuk mencari keridho’an Alloh.
  • Kekayaan bukanlah suatu kemuliaan, kemiskinan bukanlah suatu kehinaan, keduanya merupakan ujian dari Rabb Yang Maha Tinggi untuk mengetahui hamba-hambaNya yang bertakwa.
  • Harta yang paling menguntungkan, sabar ; teman yang paling akrab, amal; pengawal pribadi yang paling waspada, diam ; bahasa paling manis, senyum ; serta ibadah yang paling indah, khusyu’.
  • Indah taman karena bunga, indah pelangi karena warna, indah hati karena akhlak, maka hiasilah ia dengan iman dan amal shalih. Indah cerita karena persahabatan, maka jagalah persahabatan dengan landasan cinta karena Alloh.
  • Kunci kemuliaan adalah taat kepada Alloh dan RasulNya, kunci rizki adalah usaha dibarengi dengan istighfar dan takwa. Kunci surga adalah tauhid. Kunci penambah nikmat adalah syukur. Kunci kebahagiaan adalah takwa.
  • Tiada hal yang terindah melebihi jatuh cinta… Cinta mampu meneguhkan hati sang pencinta… Namun jangan pernah mencintai makhluk sebelum engkau mencintai Al-Khaliq melebihi segalanya.
  • If we love Alloh, He will give His love by giving something the best for us and insya Alloh, He will give the way out of our problem. So… remember Alloh! Whereever ‘n whenever you are…
  • Wahai manusia, bila hatimu sejernih air, jangan biarkan dia keruh… bila hatimu seputih awan, jangan biarkan dia mendung dan hiasilah hatimu dengan mutiara keimanan dan ketakwaan.
  • Iman itu akan kokoh apabila dilandasi dengan ilmu, ilmu itu akan bermanfaat jika diamalkan, dan amal akan diterima jika ikhlas hanya untuk mencari ridho Alloh.
  • Teman adalah orang yang selalu mengingatkan kita manakala khilaf, yang selalu memotivasi kita dalam kebaikan, yang senantiasa mengajak ke dalam pintu rahmatNya dan yang senantiasa mencintai kita di jalanNya.
  • Sesungguhnya apa yang engkau tahan bisa jadi akan hilang atau engkau menghilang darinya. Salah satu dari keduanya pasti terjadi. Bisa jadi harta itu hilang darimu atau engkau yang akan meninggal. Apa yang engkau sedekahkan, itulah yang kekal.
  • Dunia adalah persinggahan sementara, bukan tempat tinggal abadi. Dunia hanyalah sarana, bukan tujuan.
  • Orang yang cendekia adalah orang yang mau mengoreksi dirinya dan mempersiapkan amal untuk bekal sesudah mati.
  • Alloh always answer your request. Maybe not always with a YES, but always with the BEST.
  • Keindahan yang sebenarnya adalah keindahan akhlak, kecantikan yang sebenarnya adalah kecantikan etika, dan kebaikan yang sebenarnya adalah kebaikan akal dan agama.
  • Jika sendiri janganlah merasa sendiri, ada Alloh yang sedang Mengawasi. Jika sedih janganlah dipendam di hati, ada Alloh tempat berbagi. Jika susah jangan menjadi pilu, ada Alloh tempat mengadu. Jika gagal janganlah putus asa, ada Alloh tempat meminta. Jika bahagia jangan menjadi lupa, ada Alloh tempat memuja. Ingatlah Alloh selalu, niscaya Alloh menjagamu.
  • Kalau seandainya setelah mati kita dibiarkan begitu saja, tentu kematian adalah kenikmatan bagi siapapun adanya… akan tetapi, setelah mati kita akan dibangkitkan, lalu ditanya tentang segala yang kita lakukan.
  • Tidak ada kebaikan dalam dunia ini bagi orang yang tidak memiliki jatah dari Alloh di negeri abadi. Meski dunia ini menarik hatimu dengan para penghuninya… Sesungguhnya hanyalah kenikmatan sekejap yang akan binasa.
  • Tidak ada yang merasa susah, berat dan sempit di dalam menjalani agama ini, kecuali 3 golongan manusia yaitu orang yang tidak ikhlas di dalam beragama, orang yang jahil terhadap Islam, dan orang yang beribadah dengan berbagai macam bid’ah.
  • Jangan pernah berhenti berjuang dan melakukan sesuatu kebaikan, teruslah beramal karena hasilnya adalah tanggungan Alloh. Biarkan semua cobaan membuatmu kuat. Biarkan derasnya terpaan membuatmu gesit berkelit. Biarkan jiwa-jiwa optimis membuatmu bijak menyikapi hidup. Biarkan jiwa-jiwa sabar menjadi penyejuk di tengah segala duka. Hingga kelak kan terjawab,”Mengapa perjuangan itu pahit? Karena surga itu manis.”
  • Agungkanlah Alloh dan istiqomahlah, jangan sampai Dia melihatmu dalam keadaan yang tidak disukainya dan tetaplah berada di tempat yang diperintahkanNya. Bila seseorang bertekad meninggalkan dosa, maka terbukalah baginya kehidupan hati. Sedikit dari dunia ini, melalaikan banyak akhirat dan setiap nikmat yang tidak mendekatkanmu kepada Alloh, maka itu akan menjadi siksa bagimu.
  • Hidup adalah belajar. Belajar bersyukur meski tidak cukup (kurang). Belajar ikhlas meski tidak rela. Belajar taat meski berat. Belajar memahami meski tidak sehati. Belajar bersabar meski terbebani. Belajar setia meski tergoda. Belajar dan terus belajar dengan keyakinan setegar karang. Tapi sudah menjadi kodrat, hati seperti air laut bergelombang, pasang surut dan sering terbawa arus. Maka dari itulah kita tetap harus belajar untuk tetap berada di jalan yang benar. Belajar menjadi lebih baik.
  • Janganlah berhenti beramal dan berbuat! Karena malaikat terus mencatat, umur terus berkurang, kematian semakin mendekat dan setiap nafas yang keluar tidak akan kembali lagi.
  • Malam itu amatlah panjang, maka janganlah kamu perpendek dengan banyak tidur. Sesungguhnya Alloh turun ke langit dunia pada sepertiga malam, maka dirikanlah tahajud.
  • Sesungguhnya dunia bukanlah tempat menetap dan berlelap, barangsiapa menginginkan kehidupan dunia, berarti ia telah membangun harapan di tepi jurang yang akan runtuh.
  • Berhati-hatilah terhadap su’udzan (buruk sangka) karena su’udzan adalah sedusta-dusta berita, bila benar tidak dapat pahala, namun jika salah dapat dosa.
  • Saat kegundahan menyelimuti kita, ingatlah Alloh, niscaya Dia akan mengingat kita. Oleh karena itu, dekatkan diri kepadaNya, mintalah ketenangan hati. Sesungguhnya Dia Pemberi kesejukan di setiap jiwa.
  • Umur merupakan amanah dari Alloh yang harus dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Seseorang tidak diukur dengan panjangnya umur di dunia ini, tapi dengan amal shalih yang ia kerjakan untuk bekal di hari kemudian.
  • Saudaraku… ingatlah selalu keadaan yang genting dan menegangkan, pada hari manusia lupa terhadap apa yang disayangi dan dicintainya, yaitu hari kematian. Janganlah engkau tertipu dengan dunia yang fana ini. Lihatlah… betapa banyak orang yang dulunya bersama kita, kini telah tiada. Tidakkah kita sadar bahwa bekal yang engkau akan bawa nanti adalah amal shalihmu?
  • Cinta yang tulus dapat kita peroleh dari seorang kekasih. Cinta yang hakiki dapat kita peroleh dari seorang pendamping hidup. Tapi cinta yang sesungguhnya kita peroleh dari Alloh semata dan hanya karena Dia-lah cinta dapat hadir di setiap nafas kehidupan ini.
  • Sesungguhnya satu keburukan yang dilakukan seseorang akan mengajak kepada keburukan yang lain… maka berhati-hatilah… dan juga sebaliknya, satu kebaikan akan mengajak kepada kebaikan yang lain… maka bersemangatlah untuk itu.
  • Ketentraman ada dalam keinginan, kedamaian ada dalam sholat, keselamatan hati ada dalam keridho’an, ketenangan jiwa ada dalam qona’ah. Keindahan wajah ada dalam senyum, terjaganya kehormatan ada dalam hijab.
  • Sesungguhnya seseorang yang sekarang menahan diri untuk merasakan kenikmatan sementara, maka esok dia akan merasakan kenikmatan abadi.

Catatan :

Diperbolehkan bagi siapa saja yang ingin mengcopy sebagian atau seluruh mutiara nasehat ini dengan mencantumkan sumber alamat website. Jazaakumullaahu khoir.

One Response

  1. Barangsiapa menunjukkan (orang lain) suatu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: